Wednesday, 15 May 2013

EHEMM ..

 Salam,,,Hahaha ada aku mengintai blog seorang sahabat ni yg memberi aku ilham untuk mengisi entri blog pada hari ini hahaha. Sambil2 tak stress dengan exam kan baik aku berblogging hahaha. Skema nya ayat.

Ermm.Aku meminta kepada Tuhan setangkai bunga, segar, Ia beri kaktus berduri. Aku minta kupu-kupu diberinya-Nya ulat berbulu. Aku sedih dan kecewa. Namun kemudian, kaktus itu berbunga indah sekali dan ulat itupun menjadi kupu-kupu yang sangat cantik. Itulah jalan Tuhan, indah pada masaNYA! Tuhan tidak memberi apa yang kita harapkan. Tapi Dia memberi apa yang kita perlukan. Kadang kala kita sedih, kecewa dan terluka. Tapi jauh di atas segalanya Dia sedang mengatur yang terbaik dalam kehidupan kita.

                                                     

 One more aku sangat berminat dengan kisah 4 lilin nie hehe meh baca..




Ada 4 lilin yang menyala, Sedikit demi sedikit habis meleleh. Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka.

Yang pertama berkata: “Aku adalah Damai.”
“Namun manusia tak mampu menjagaku: maka lebih baik aku mematikan diriku saja!”
Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.

Yang kedua berkata: “Aku adalah Iman.”
“Sayang aku tak berguna lagi.”
“Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.”
 Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara: “Aku adalah Cinta.”
“Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.”
“Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.”
“Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.”
Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.

Tiba-tiba…

Seorang anak kecil itu masuk ke dalam bilik, dan melihat ketiga Lilin telah padam.
Kerana takut akan kegelapan itu, ia berkata:
“Ehh apa yang terjadi??
Kamu harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!”
Lalu ia mengangis tersedu-sedu.

Ketika itu dengan terharu Lilin keempat berkata:
Jangan takut, Janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala,
kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya:
“Akulah HARAPAN!”
Dengan mata bersinar, si anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali
ketiga Lilin lainnya.

Apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN yang ada dalam hati kita. semoga dapat menjadi iktibar seperti si anak kecil tadi, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali IMAN, DAMAI, CINTA dengan HARAPAN-nya!


Moral of the story : Jangan berputus asa dalam melayari bahtera kehidupan yang penuh onak dan duri ini. Jangan cepat mengalah sebelum mula berjuang. Jadikan diri kita seperti LILIN yang sentiasa menyinari kegelapan hidup ini! (^_^)v





No comments:

Post a Comment